Arsitektur. Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata ini? Ilmu yang harus dipelajari untuk menjadi arsitek? Ilmu yang digunakan untuk membangun bangunan megah? Seni merancang bangunan? Atau malah hanya salah satu jurusan di sebuah universitas?
Mungkin pemikiran inilah yang
awalnya menjadi alasan bagi kalian termasuk aku memasuki dunia arsitektur,
semata ingin menjadi salah satu orang yang dapat membangun gedung megah di
tengah kota. Tapi pemikiran tersebut langsung musnah ketika kita sudah
menyelami dunia arsitektur. Arsitektur tidak hanya sebatas merancang bangunan
unik, megah, kokoh, dan indah. Melainkan lebih ke filosofi sebuah bangunan.
Bisa jadi salah satu bangunan megah di tengah kota Jakarta tidak dapat disebut
sebagai karya arsitektur, sebaliknya sebuah gubuk di tengah sawah dapat
dikatakan sangat arsitektural. “the building turn into architecture when we
feel that we should notice them and treat them with respect, and this can
happen to any building.” (Ballantyne, 2002 : 12).
Banyak definisi yang dibuat untuk
menggambarkan sebenarnya apa yang dimaksud dengan arsitektur, walaupun sampai
sekarang pengertian arsitektur yang sebenar-benarnya masih diragukan. Tapi yang
jelas arsitektur tidak hanya membangun bangunan yang kokoh, indah, dan memenuhi
fungsinya. Arsitektur juga memiliki estetika melibatkan nilai-nilai dalam masyarakat.
Seperti nilai budaya, nilai sosial, nilai agama, nilai kemanusiaan, ataupun nilai
hukum.
Disamping maraknya pemanasan
global dan efek rumah kaca yang sedikit banyak juga kesalahan para pendiri
bangunan kokoh nan megah. Bagaimana tidak, atas berdirinya gedung kokoh
tersebut pohon-pohon besar harus ditebang, hilangnya ruang resapan air, terhalangnya
sinar matahari pagi, dan yang terpenting lagi adalah keseimbangan antara
manusia dengan alam menjadi kacau. Mungkin masalah inilah yang sebenarnya harus
menjadi bagian dari tugas arsitektur untuk mengurangi, sebisa mungkin
meminimalisir dampak negatif dari sebuah bangunan disamping aspek kokoh, megah,
memenuhi fungsi, juga memenuhi nilai-nilai lainnya.
Dengan pemikiran diatas, kita
bisa menyatakan arsitektur sangatlah kompleks. Kita tidak hanya asal membangun
tapi juga harus memikirkan kemungkinan lain. Kita tidak hanya asal merancang
tapi juga menerapkan aspek teknologi, kimia, biologi, fisika, sosial,
psikologi, dan juga dengan sentuhan seni tentunya. Sesuatu yang kompleks inilah yang
membuat arsitektur sangat menarik, sesuatu yang menantang untuk menciptakan
karya yang benar-benar arsitektural. Terlebih lagi untuk menjadi arsitek
seseorang tidak perlu pintar menggambar. Yang terpenting adalah kemauan, rasa
ingin tahu untuk mempelajari segala aspek kehidupan, dan juga berpikir terbuka
untuk melihat suatu objek tidak hanya dari satu sisi tapi juga dari beberapa sisi
yang lain.
Well, are you interested for entering the world of wonderful
architecture ?

